Sandra berlangsung antara beberapa orang dalam suatu

Sandra Ramadhani Putri Millenia106117021Ilmu KomunikasiDosen : Dr. Adde Oriza Rio dan Atiqa Khaneef Harahap M.Ikom1. a) Definisi konteks komunikasi• Komunikasi intrapersonal adalah bentuk khusus dari komunikasi interpersonal dan dialog adalah dasar dari semua wacana. Komunikasi intrapersonal mencakup berbicara kepada diri sendiri, membaca dalam hati, mengulangi apa yang di dengar, berbagai kegiatan tambahan dalam hal berbicara dan mendengar apa yang dipikirkan, membaca dan mendengar dapat meningkatkan konsentrasi dan retensi (Ruech, Jurgen dan Bateson, Gregory)• Komunikasi interpersonal adalah proses yang menggunakan pesan-pesan untuk mencapai kesamaan makna antara dua orang atau lebih dalam sebuah situasi yang memungkinkan adanya kesempatan yang sama bagi pembicara dan pendengar (Judy C. Pearson,dkk. 2011). Menurut DeVito (1976) komunikasi yang terjadi antara dua orang yang mempunyai hubungan yang jelas diantara mereka.• Komunikasi kelompok terjadi dalam sekelompok orang yang mempunyai tujuan yang sama, rasa saling memiliki, ada pengaruh antara satu dengan yang lain. Menurut Anwar Arifin komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara beberapa orang dalam suatu kelompok kecil seperti dalam rapat, pertemuan, konferensi, dan sebagainya (Arifin, Anwar, 1984). Michael Burgoon (dalam Wiryanto, 2005) mendefinisikan komunikasi kelompok sebagai interaksi secara tatap muka antara tiga orang atau lebih, dengan tujuan yang telah diketahui, seperti berbagi informasi, menjaga diri, pemecah masalah, yang mana anggota-anggotanya dapat mengingat karakteristik pribadi anggota-anggota yang lain secara tepat. Dari dua definisi di atas mempunyai kesamaan, yakni adanya komunikasi tatap muka, dan memiliki susunan rencana kerja tertentu untuk mencapai tujuan kelompok.• Komunikasi organisasi adalah suatu proses pertukaran informasi di antara orang-orang yang ada di dalam sebuah dalam organisasi, yang melalui proses atau tahapan secara umum meliputi tahapan-tahapan: attention (atensi), comprehension (komprehensi), acceptance as true (penerimaan sebagai sebuah kebenaran), dan retention (retensi atau penyimpanan). (Arnold dan Feldman).• Komunikasi publik diartikan sebagai diseminasi (menyebarkan) informasi dari satu ke yang lain, biasanya melalui pidato yang disebarkan kepada orang banyak.• Komunikasi antarbudaya adalah setiap proses pembagian informasi, gagasan atau perasaan diantara mereka yang berbeda latar belakang budayanya. Proses pembagian informasi itu dilakukan secara lisan dan tertulis, juga melalui bahasa tubuh, gaya atau penampilan  pribadi, atau bantuan hal lain di sekitarnya yang memperjelas pesan (Liliweri,2004: 9)• Komunikasi Massa merupakan jenis komunikasi yang menggunakan alat-alat yang kita kenal dengan nama media massa. Komunikasi massa juga dapat diartikan sebagai komunikasi yang berlangsung melalui media massa yang pesannya ditujukan kepada khalayak dalam jumlah yang besar (Wood, Julia, 2014: 288). Contohnya televisi, koran, majalah, radio, film, buku.b) Karakteristik dari masing-masing konteks• Karakteristik komunikasi intrapersonal : 1. Konsep diri, 2. Karakteristik pribadi, 3. Karakteristik sosial, 4. Peran sosial, 5. Identitas yang berbeda• Karakteristik komunikasi interpersonal : 1. Bersifat dialogis, 2. Melibatkan jumlah orang yang terbatas, 3. Terjadi secara spontan, 4. Menggunakan media dan nirmedia, 5. Bersifat keterbukaan, 6. Bersifat empati, 7. Bersifat positif, 8. Bersifat kesetaraan atau kesamaan (equality).• Karakteristik komunikasi kelompok : 1. Memiliki tujuan yang sama, 2. Ada hubungan satu sama lain, 3. Berinteraksi satu sama lain, 4. Adanya saling ketergantungan, 5. Memandang mereka sebagai bagian dari kelompok, 6. Bisa memiliki peran yang berbeda.• Karakteristik komunikasi organisasi : 1. Komunikasi organisasi melibatkan pesan-pesan dan arusnya, tujuan, arah, dan media yang digunakan, 2. Komunikasi organisasi melibatkan orang-orang dengan sikap, perasaan, hubungan, dan kemampuan-kemampuannya. (Goldhaber, 1993 : 14)• Karakteristik komunikasi publik : 1. Komunikasi publik berorientasi kepada si pembicara atau sumber, 2. Pada komunikasi public melibatkan sejumlah besar penerima, 3. Bahasa yang digunakan dalam komunikasi public lebih umum supaya dapat dipahami oleh pendengar, 4. Pada komunikasi publik kurang terdapat interaksi antara pembicara dengan pendengar, 5. Bersifat umum, 6. Direncanakan, 7. Dapat diprediksi dan formal.• Karakteristik komunikasi antarbudaya : 1. Budaya itu kompleks dan memiliki banyak segi, 2. Budaya tidak dapat dilihat secara langung, 3. Budaya itu subjektif, 4. Budaya itu berubah dari waktu ke waktu (Ruben, Stewart, Householder, 2014: 267).• Karakteristik komunikasi massa : 1. Melibatkan khalayak yang sifatnya massif, 2. Bersifat impersonal, 3. Bersifat formal, direncanakan dan dapat diprediksi, 4. Tingkat interaktifitas rendah, 5. Berpusat pada sumber, 6. Dikontrol oleh sumber, sumbernya adalah media massa sebagai suatu organisasi.2. a) Budaya adalah suatu system yang terdiri dari gagasan-gagasan, nilai-nilai, keyakinan-keyakinan, kebiasaan-kebiasaan, dan bahasa yang diteruskan dari generasi ke generasi (dengan perubahan dan perkembangannya) yang merefleksikan dan memelihara suatu cara hidup tertentu (Spencer, 1982, dalam Wood, 2014:157)Budaya adalah suatu konsep mengenai pengetahuan, keyakinan, seni, ajaran moral, hukum, adat istiadat, dan segala kemampuan serta kebiasaan yang menyatu secara menyeluruh dan kompleks, yang dihayati oleh anggota-anggota dari suatu masyaraka (Tylor, 1871, dalam Ruben, Stewart, Householder, 2014:264) Adapun menurut Koentjaraningrat (2002) Budaya merupakan keseluruhan system gagasan, tindakan, dan hail karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. b) Hubungan antara budaya dan komunikasi sangat penting untuk dipahami karena budaya yang menentukan tentang siapa berbicara dengan siapa, tentang apa, dan bagaimana orang menyampaikan makna dari sebuah pesan. Seluruh perilaku kita sangat bergantung pada budaya tempat kita dibesarkan. Maka budaya merupakan landasan komunikasi, ketika budaya yang ada di masyarakat beragam, maka beranekaragam pula praktik komunikasi. dengan budaya orang-orang dapat belajar berkomunikasi. Sebagaimana kita memiliki latar belakang budaya yang berbeda-beda maka dengan sendirinya akan mempengaruhi cara berkomunikasi kita. Banyak aspek atau unsur dari budaya yang dapat mempengaruhi perilaku komunikasi seseorang. Pengaruh tersebut muncul melalui kemiripan budaya dalam persepsi akan memungkinkan pemberian makna yang cenderung mirip pula terhadap suatu realitas sosial atau peristiwa tertentu. Budaya sebagai sebuah sistem gagasan dan rasa, sebuah tindakan serta karya yang dihasilkan oleh manusia di dalam kehidupannya yang bermasyarakat melalui interaksi. Budaya merupakan warisan turun-menurun dari nenek moyang, yang mana pada saat itu budaya dibagikan melalui komunikasi dari antar orang ke orang lain. Budaya dapat dikategorikan sebagai pembelajaran artinya setiap manusia memiliki kapasitas untuk belajar mendalami kebudayaan tersebut. Budaya dapat diartikan sebagai simbol atau lambang, contohnya bahasa dalam berkomunikasi, biasanya orang melihat latar belakang kebudayaannya melalui cara bicara orang tersebut. Segala aktivitas yang dilakukan oleh manusia adalah hasil dari suatu kebudayaan, biasanya hasil kebudayaan ini dipergunakan bersama-sama di dalam suatu kelompok atau suatu grup tertentu. Setiap orang yang memiliki budaya pasti melakukan komunikasi untuk membagikan kebudayaannya itu kepada orang lain.c) Sikap terbaik yang harus kita ambil untuk merespon perbedaan budaya dalam berkomunikai yaitu menghargai hasil budaya yang dimiliki daerah lain, karena ketika seseorang memiliki kebudayaan maka orang tersebut akan merasa senang apabila kita menghargai kebudayaannya. Mengembangkan sikap toleransi dalam perbedaan. Tidak bersifat sukuisme, sukuisme berarti suatu paham yang memandang bahwa suku bangsanya lebih baik dibandingkan dengan suku bangsa yang lain, atau rasa cinta yang berlebihan terhadap suku bangsa sendiri. Sebagai bagian dari Negara Indonesia yang memiliki banyak suku bangsa, seharusnya kita mencintai berbagai kebudayaan yang ada. Tidak bersifat chauvinisme, chauvinisme itu sendiri berarti bentuk dari perasaan cinta, bangga, royalitas yang tinggi, fanatisme atau kesetiaan pada tanah air tanpa mempertimbangkan pandangan dari orang lain atau bangsa lain. Mengembangkan sikap nasionalisme dan patriotisme. Ikut memelihara, melestarikan dan mengembangkan tradisi dan budaya yang ada di masyarakat. Melakukan dialog antarsuku, agama, dan golongan, dialog ini dapat mengurangi rasa saling curiga dan permusuhan. Tidak meremehkan dan meghina adat istiadat, kebiasaan, dan hasil kesenian suku bangsa lain. Menghormati suku, agama, budaya, dan adat istiadat orang lain.Sikap yang diambil dalam merespon perbedaan conntohnya yaitu, pada saat lebaran saya dan keluarga berkunjung ke kampung halaman untuk menemui sanak saudara. Budaya yang ada di kampung halaman pasti berbeda dengan yang ada di kota. Mulai dari tata bicara yang masih menggunakan bahasa daerah sangat berbeda dengan di kota yang sering menggunakan bahasa inggris, dan kebiasaan yang masih berpacu pada adat istiadat yang berlaku di kampung saya. Karena saya lahir di kota maka saya tidak terlalu mengerti bahasa daerah namun saya tetap mencoba untuk memahi maksud dari yang mereka bicarakan.3. a) TeknologiMenurut Marshall McLuhan teknologi adalah segala sesuatu yang mengeksistensi manusia. Perkembangannya tidak bisa dibendung. Sifatnya deterministic dalam hidup manusia terutama dalam bentuk budaya baru. Walter Ong memiliki pendapat yang sama denga McLuhan yaitu teknologi bersifat deterministic karena teknologi tentukan totalitas kerja indera manusia. Konsep Ong tersebut dikenal dengan nama ‘sensorium’. Menurut Arnold Pacey, teknologi adalah buatan manusia, untuk memenuhi kepentingan manusia. Oleh sebab itu, teknologi berangkat dari dan ditentukan oleh budaya manusia yang menjadi pencipta dan pengguna dari teknologi tersebut. Dengan kata lain, bukan teknologi yang deterministic terhadap budaya tetapi budayalah yang bersifat deterministic terhadap teknologi baik dari segi penciptaan, pengembangan, maupun penggunaannya.b) Dalam konteks komunikasi, teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang mengeksistensi kemampuan manusia untuk berkomunikasi. McLuhan (1965) mengatakan bahwa teknologi komunikasi dapat membawa seorang individu melampaui batas ruang dan waktu serta mendapatkan informasi yang tidak didapat sebelumnya. Dilihat dari fungsi teknologi komunikasi itu sendiri yaitu pertama, produksi dan distribusi pesan dan informasi. Produksi digunakan untuk membuat konten pesan dan mematerikannya dalam format tertentu. Transmisi, mengirimkan konten atau pesan. Reproduksi dan amplifikasi, yaitu memproduksi ulang melalui duplikasi dan multifikasi serta memperkuat jangkauan pesan. Lalu menampilkan, dengan menunjukkan pesan dalam format tertentu. Kedua, resepsi, penyimpanan, dan pencarian pesan dan informasi untuk memudahkan menerima pesan dan informasi menyimpan informasi, mengakses informasi dengan mudah, menampilkan kembali informasi yang disimpan. Teknologi komunikasi memiliki keunikan yang khas dibandingkan dengan teknologi lainnya. Media yang muncul untuk melakukan proses komunikasi seperti televisi, handphone, komputer, radio, dan sebagainya. Perbedaan teknologi komunikasi dengan teknologi lainnya yaitu adanya alat untuk membantu manusia berkomunikasi serta menyampaikan informasi, sedangkan teknologi lain belum tentu bisa membantu manusia untuk berkomunikasi. Saat ini hampir semua manusia menggunakan teknologi komunikasi mulai dari email, chatting, dan lain-lain. Dengan adanya teknologi komunikasi manusia dapat berinteraksi dengan orang lain walaupun pada saat jarak jauh. Hal ini sangat diperlukan manusia contohnya pada saat kita kuliah banyak dosen yang mengirimkan tugas melalui media online yang merupakan hasil dari teknologi komunikasi, karena dianggap informasi lebih mudah diterima dan dapat tersebar luas dengan cepat.c) Menurut pendapat saya teknologi komunikasi dan informasi dalam kehidupan manusia sangat penting, sehingga siapapun dapat menguasai informasi, serta memanfaatkannya dan menggunakannya dengan bijak, maka manusia yang paling berpeluang meraih sukses di era informasi ini. Kemajuan teknologi telah membuat dunia terasa seolah tanpa batas dan sekat. Kemajuan teknologi komunikasi telah membuat hubungan komunikasi penduduk antar negara di berbagai belahan dunia menjadi semakin terbuka dan mudah. Manusia dapat berkomunikasi setiap saat walaupun berada di belahan dunia dalam jarak yang sangat jauh secara fisik, namun dengan kecanggihan alat komunikasi semuanya terasa dekat dan seolah tidak terpisahkan oleh tempat dan yang berjauhan. Fenomena inilah yang kemudian menjadi perhatian banyak pihak karena mempunyai implikasi luas terhadap aspek-aspek ideologis seperti identitas bangsa dan nasionalisme. Dengan adanya perkembangan informasi yang semakin meluas membawa pengaruh terhadap berbagai nilai dan wawasan masyarakat diantaranya sikap individualism, yaitu munculnya kecenderungan mengutamakan kepentingan diri sendiri di atas kepentingan bersama, lalu muncul pula pandangan kritis terhadap ideologi negaranya yaitu benyaknya masyarakat yang sudah acuh tak acuh terhadap ideologi negaranya.maka dalam menghadapi kemajuan teknologi ini kita sebagai bangsa yang baik harus menentukan sikap yang positif dengan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, mampu bersaing dengan negara-negara di dunia, dengan membuat teknologi baru yang dapat berguna bagi manusia. Kemajuan teknologi tidak bisa di tolak dan dihindari, hal ini hadir seiring perkembangan peradaban manusia, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu, yang harus dilakukan adalah menghadapinya dengan seksama turut serta memainkan peran dalam setiap tantangan dan peluang yang tersedia.